1 Gon Adalah Representasi Sisi “Gelap” Anak-Anak
Meskipun Gon tampak ceria dan penuh rasa ingin tahu, Yoshihiro Togashi — sang mangaka — secara halus memperlihatkan bahwa Gon juga memiliki sifat egois dan impulsif yang bisa menjadi sangat berbahaya. Hal ini paling terlihat saat Chimera Ant Arc, ketika Gon kehilangan kontrol karena kemarahan dan kesedihan. Dalam momen klimaks, ia bahkan mengorbankan dirinya sendiri tanpa peduli akibatnya, yang memperlihatkan betapa ekstrem dan gelapnya potensi Gon saat berada di titik emosional terendah.
2 Nama Gon Diambil dari Manga Lama
Tahukah kamu bahwa nama “Gon” terinspirasi dari manga lama karya Togashi yang berjudul “Gon” (1991)? Meskipun ceritanya berbeda jauh, nama ini punya arti tersendiri bagi Togashi. Nama “Gon” dalam bahasa Jepang juga bisa berarti “keras kepala” atau “tak mudah menyerah”, yang sangat menggambarkan kepribadian Gon Freecss.
3 Gon Tidak Ingin Menjadi Hunter demi Kebaikan Dunia
Berbeda dengan banyak tokoh utama anime shonen yang ingin menjadi pahlawan atau menyelamatkan dunia, motif Gon menjadi Hunter sangat personal. Tujuan utamanya hanyalah mencari dan memahami ayahnya, bukan karena idealisme atau ambisi heroik. Hal ini membuatnya terasa lebih manusiawi dan unik dibanding tokoh utama anime lainnya.
4 Gon Satu-Satunya Karakter Utama yang Pernah Kehilangan Kemampuan Nen
Setelah pertarungan klimaks melawan Neferpitou, Gon melakukan pengorbanan besar dengan memaksa tubuhnya matang dalam sekejap, sehingga ia bisa membunuh musuhnya. Namun, akibatnya, Gon kehilangan kemampuan Nen-nya sepenuhnya. Ini merupakan langkah berani dari sang penulis karena jarang sekali protagonis anime kehilangan kekuatannya secara permanen. Ini menunjukkan bahwa kekuatan Gon memang datang dengan harga mahal.
5 Gon Punya Ikatan Simbolis dengan Alam
Dari awal cerita, Gon digambarkan sangat dekat dengan alam dan hewan liar, mencerminkan bagaimana ia adalah karakter yang intuitif dan “liar” secara emosional. Hal ini bukan kebetulan. Togashi ingin menunjukkan bahwa Gon adalah simbol kebebasan, naluri, dan kekuatan alami yang tidak bisa dijinakkan. Ini kontras dengan karakter seperti Kurapika yang lebih logis dan disiplin.
Gon Freecss bukanlah protagonis shonen biasa. Di balik wajah polos dan senyum cerahnya, terdapat lapisan emosi, trauma, dan sisi gelap yang membuatnya begitu kompleks dan menarik. Fakta-fakta di atas membuktikan bahwa Gon bukan sekadar “anak baik”, tetapi simbol dari pertumbuhan, kehilangan, dan realitas dunia yang keras.
















